Pengaruh Masa Kecil Hitler terhadap Jerman

Standar

jermanPENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Hitler adalah tokoh kontroversial sepanjang abad 20 ini. Dialah yang memicu timbulnya perang Dunia II. Perang terbesar yang menimbulkan banyak korban dari 28 negara yang ada di dunia. Kontroversial Hitler tidak saja karena pemicu perang dunia II. Tapi dia memiliki sifat-sifat yang unik dan tidak diduga-duga sebagai seorang pemimpin Jerman. Seperti sifatnya yang sangat membenci Yahudi, kebenciannya dengan yahudi membuat ia berani membunuh kurang lebih enam juta Yahudi tewas. Namun, dia juga orang yang sensitive, diketahui dia sering melukis tokoh-tokoh Disney, bahkan dia pernah melukis snow white. selain itu, dia sangat mencintai ibunya, bahkan, sampai ia tewas, ia masih menyimpan foto ibunya dalam sakunya. Read the rest of this entry

PEMBABAKAN ZAMAN PRASEJARAH

Standar

Dalam kehidupan sehari-hari istilah kebudayaan diartikan dengan hal-hal yang menyangkut kesenian dan adat istiadat. Bahkan tidak jarang media massapun ikut mempopulerkan istilah kebudayaan terbatas pada hal-hal yang bersangkutan dengan unsur seni. Hal ini berarti terjadi penyempitan terhadap makna kebudayaan.

Kata kebudayaan berasal dari kata Sansekerta “Buddhayah” yaitu bentuk jamak dari budhi yang berarti akal. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan hal-hal yang bersangkutan dengan akal.

Di samping itu pendapat para ahli lain mengupas kata kebudayaan sebagai perkembangan dari kata majemuk budi dan daya, yang berarti daya dari budi (kemampuan dari akal) yang berupa cipta rasa dan karsa, maka kebudayaan diartikan sebagai hasil dari cipta rasa dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kebudayaan dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu kebudayaan material dan kebudayaan immaterial. Kebudayaan material/jasmaniah adalah kebudayaan yang dapat diraba, dilihat secara konkrit/nyata atau yang bersifat kebendaan. Contohnya meja, buku, gedung, pakaian dan sebagainya.

Sedangkan kebudayaan immaterial/rohaniah/spiritual adalah kebudayaan yang tidak dapat dilihat dan diraba tetapi dapat dirasakan dan dinikmati contohnya religi, kesenian, ideologi, filsafat dan sebagainya.

Kebudayaan zaman batu

Seperti yang telah disebutkan bahwa zaman batu berdasarkan hasil temuan alat-alatnya dan dari cara pengerjaannya, maka zaman batu tersebut terbagi menjadi 3 yaitu zaman batu tua atau kebudayaan Palaeolithikum (Palaeo = tua, Lithos = batu), zaman batu madya atau kebudayaan Mesolithikum (Meso = tengah) dan zaman batu muda atau kebudayaan Neolithikum (Neo = baru). Untuk contoh-contoh dari hasil kebudayaan tersebut, akan diuraikan satu persatu agar pemahaman Anda lebih jelas.

a. Kebudayaan Palaeolithikum/Batu tua.

Hasil kebudayaan Palaeolithikum banyak ditemukan di daerah Pacitan (Jawa Timur) dan Ngandong (Jawa Timur). Untuk itu para arkeolog sepakat untuk membedakan temuan benda-benda prasejarah di kedua tempat tersebut yaitu sebagai kebudayaan Pacitan dan kebudayaan Ngandong.

Kapak genggam merupakan peninggalan zaman Palaeolithikum yang ditemukan pertama kali oleh Von Koenigswald tahun 1935 di Pacitan dan diberi nama dengan kapak genggam, karena alat tersebut serupa dengan kapak, tetapi tidak bertangkai dan cara mempergunakannya dengan cara menggenggam.

Kapak Perimbas

Kapak Perimbas

Kapak genggam terkenal juga dengan sebutan kapak perimbas, atau dalam ilmu prasejarah disebut dengan chopper artinya alat penetak.
Pembuatan kapak genggam dilakukan dengan cara memangkas salah satu sisi batu sampai menajam dan sisi lainnya dibiarkan apa adanya sebagai tempat menggenggam.

Pada awal penemuannya semua kapak genggam ditemukan di permukaan bumi, sehingga tidak dapat diketahui secara pasti berasal dari lapisan mana.

Berdasarkan penelitian yang intensif yang dilakukan sejak awal tahun 1990, dan diperkuat dengan adanya penemuan terbaru tahun 2000 melalui hasil ekskavasi yang dilakukan oleh tim peneliti Indonesia-Perancis diwilayah Pegunungan Seribu/Sewu maka dapat dipastikan bahwa kapak genggam/Chopper dipergunakan oleh manusia jenis Homo Erectus.

Daerah penemuan kapak perimbas/kapak genggam selain di Punung (Pacitan) Jawa Timur juga ditemukan di daerah-daerah lain yaitu seperti Jampang Kulon, Parigi (Jawa Timur), Tambang Sawah, Lahat, dan KaliAnda (Sumatera), Awangbangkal (Kalimantan), Cabenge (Sulawesi), Sembiran dan Terunyan (Bali).

Di sekitar daerah Nganding dan Sidorejo dekat Ngawi, Madiun (Jawa Timur) ditemukan kapak genggam dan alat-alat dari tulang dan tanduk. Alat-alat dari tulang tersebut bentuknya ada yang seperti belati dan ujung tombak yang bergerigi pada sisinya. Adapun fungsi dari alat-alat tersebut adalah untuk mengorek ubi dan keladi dari dalam tanah, serta menangkap ikan. Selain alat-alat dari tulang yang termasuk kebudayaan Ngandong, juga ditemukan alat alat lain berupa alat alat kecil terbuat dari batu yang disebut dengan flakes atau alat serpih. Flakes selain terbuat dari batu biasa juga ada yang dibuat dari batu-batu indah berwarna seperti calsedon.

Flakes mempunyai fungsi sebagai alat untuk menguliti hewan buruannya, mengiris daging atau memotong umbi-umbian. Jadi fungsinya seperti pisau pada masa sekarang. Selain ditemukan di Sangiran flakes ditemukan di daerah-daerah lain seperti Pacitan, Gombong, Parigi, Jampang Kulon, Ngandong (Jawa), Lahat (Sumatera), Batturing (Sumbawa), Cabbenge (Sulawesi), Wangka, Soa, Mangeruda (Flores).

b. Kebudayaan Mesolithikum

Ciri kebudayaan Mesolithikum tidak jauh berbeda dengan kebudayaan Palaeolithikum, tetapi pada masa Mesolithikum manusia yang hidup pada zaman tersebut sudah ada yang menetap sehingga kebudayaan Mesolithikum yang sangat menonjol dan sekaligus menjadi ciri dari zaman ini yang disebut dengan kebudayaan Kjokkenmoddinger dan Abris sous Roche.

Kjokkenmodinger

Kjokkenmodinger

Kjokkenmoddinger adalah istilah yang berasal dari bahasa Denmark yaitu kjokken artinya dapur dan modding artinya sampah jadi Kjokkenmoddinger arti sebenarnya adalah sampah dapur. Dalam kenyataan Kjokkenmoddinger adalah timbunan atau tumpukan kulit kerang dan siput yang mencapai ketinggian ± 7 meter dan sudah membatu/menjadi fosil. Kjokkenmoddinger ditemukan disepanjang pantai timur Sumatera yakni antara Langsa dan Medan. Dari bekas-bekas penemuan tersebut menunjukkan bahwa manusia purba yang hidup pada zaman ini sudah menetap. Tahun 1925 Dr. P.V. Van Stein Callenfels melakukan penelitian di bukit kerang tersebut dan hasilnya banyak menemukan kapak genggam yang ternyata berbeda dengan chopper (kapak genggam Palaeolithikum).
Kapak genggam yang ditemukan di dalam bukit kerang tersebut dinamakan dengan pebble atau kapak Sumatera (Sumatralith) sesuai dengan lokasi penemuannya yaitu di pulau Sumatera.

Abris Sous Roche

Selain pebble yang ditemukan dalam Kjokkenmoddinger juga ditemukan sejenis kapak tetapi bentuknya pendek (setengah lingkaran) yang disebut dengan Hache Courte atau kapak pendek. Kapak ini cara penggunaannya dengan menggenggam.

Di samping kapak-kapak yang ditemukan dalam Kjokkenmoddinger juga ditemukan pipisan (batu-batu penggiling beserta landasannya). Batu pipisan selain dipergunakan untuk menggiling makanan juga dipergunakan untuk menghaluskan cat merah, bahan cat merah yang dihaluskan berasal dari tanah merah. Mengenai fungsi dari pemakaian cat merah tidak diketahui secara pasti, tetapi diperkirakan bahwa cat merah dipergunakan untuk keperluan keagamaan atau untuk ilmu sihir.

Kecuali hasil-hasil kebudayaan, di dalam Kjokkenmoddinger juga ditemukan fosil manusia yang berupa tulang belulang, pecahan tengkorak dan gigi, meskipun tulang-tulang tersebut tidak memberikan gambaran yang utuh/lengkap, tetapi dari hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa manusia yang hidup pada masa Mesolithikum adalah jenis Homo Sapiens.
Manusia pendukung Mesolithikum adalah Papua Melanosoide.

Abris Sous Roche adalah goa-goa yang yang dijadikan tempat tinggal manusia purba pada zaman Mesolithikum dan berfungsi sebagai tempat perlindungan dari cuaca dan binatang buas. Penyelidikan pertama pada Abris Sous Roche dilakukan oleh Dr. Van Stein Callenfels tahun 1928-1931 di goa Lawa dekat Sampung Ponorogo Jawa Timur.

Alat-alat yang ditemukan pada goa tersebut antara lain alat-alat dari batu seperti ujung panah, flakes, batu pipisan, kapak yang sudah diasah yang berasal dari zaman Mesolithikum, serta alat-alat dari tulang dan tanduk rusa.

Di antara alat-alat kehidupan yang ditemukan ternyata yang paling banyak adalah alat dari tulang sehingga oleh para arkeolog disebut sebagai Sampung Bone Culture/kebudayaan tulang dari Sampung. Karena goa di Sampung tidak ditemukan Pebble ataupun kapak pendek yang merupakan inti dari kebudayaan Mesolithikum. Selain di Sampung, Abris Sous Roche juga ditemukan di daerah Besuki dan Bojonegoro Jawa Timur. Penelitian terhadap goa di Besuki dan Bojonegoro ini dilakukan oleh Van Heekeren.

Di Sulawesi Selatan juga banyak ditemukan Abris Sous Roche terutama di daerah Lomoncong yaitu goa Leang Patae yang di dalamnya ditemukan flakes, ujung mata panah yang sisi-sisinya bergerigi dan pebble. Di goa tersebut didiami oleh suku Toala, sehingga oleh tokoh peneliti Fritz Sarasin dan Paul Sarasin, suku Toala yang sampai sekarang masih ada dianggap sebagai keturunan langsung penduduk Sulawesi Selatan zaman prasejarah. Untuk itu kebudayaan Abris Sous Roche di Lomoncong disebut kebudayaan Toala. Kebudayaan Toala tersebut merupakan kebudayaan Mesolithikum yang berlangsung sekitar tahun 3000 sampai 1000 SM.

Selain di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, Abris Sous Roche juga ditemukan di daerah Timor dan Rote. Penelitian terhadap goa tersebut dilakukan oleh Alfred Buhler yang di dalamnya ditemukan flakes dan ujung mata panah yang terbuat dari batu indah.

Zaman Mesolithikum sesungguhnya memiliki 3 corak kebudayaan yang terdiri dari:
a. Kebudayaan pebble/pebble culture di Sumatera Timur.
b. Kebudayaan tulang/bone culture di Sampung Ponorogo.
c. Kebudayaan flakes/flakes culture di Toala, Timor dan Rote.

Dengan adanya keberadaan manusia jenis Papua Melanosoide di Indonesia sebagai pendukung kebudayaan Mesolithikum, maka para arkeolog melakukan penelitian terhadap penyebaran pebble dan kapak pendek sampai ke daerah teluk Tonkin daerah asal bangsa Papua Melanosoide. Dari hasil penyelidikan tersebut, maka ditemukan pusat pebble dan kapak pendek berasal dari pegunungan Bacson dan daerah Hoabinh, di Asia Tenggara. Tetapi di daerah tersebut tidak ditemukan flakes, sedangkan di dalam Abris Sous Roche banyak ditemukan flakes bahkan di pulau Luzon (Filipina) juga ditemukan flakes. Ada kemungkinan kebudayaan flakes berasal dari daratan Asia, masuk ke Indonesia melalui Jepang, Formosa dan Philipina.

Berdasarkan uraian materi di atas dapatlah disimpulkan:

Kebudayaan Bacson – Hoabinh yang terdiri dari pebble, kapak pendek serta alat-alat dari tulang masuk ke Indonesia melalui jalur barat.
Kebudayaan flakes masuk ke Indonesia melalui jalur timur.

c. Kebudayaan Neolithikum.

Hasil kebudayaan yang terkenal pada zaman Neolithikum ini adalah jenis kapak persegi dan kapak lonjong. Nama kapak persegi diberikan oleh Van Heine Heldern atas dasar penampang lintangnya yang berbentuk persegi panjang atau trapesium.

Penampang kapak persegi tersedia dalam berbagai ukuran, ada yang besar dan kecil. Yang ukuran besar lazim disebut dengan beliung dan fungsinya sebagai cangkul/pacul. Sedangkan yang ukuran kecil disebut dengan Tarah/Tatah dan fungsinya sebagai alat pahat/alat untuk mengerjakan kayu sebagaimana lazimnya pahat.

Bahan untuk membuat kapak tersebut selain dari batu biasa, juga dibuat dari batu api/chalcedon. Kemungkinan besar kapak yang terbuat dari calsedon hanya dipergunakan sebagai alat upacara keagamaan, azimat atau tanda kebesaran.

Salah satu perkakas manusia purba
Kapak Lonjong

Daerah asal kapak persegi adalah daratan Asia masuk ke Indonesia melalui jalur barat dan daerah penyebarannya di Indonesia adalah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku. Walaupun kapak persegi berasal dari daratan Asia, tetapi di Indonesia banyak ditemukan pabrik/tempat pembuatan kapak tersebut yaitu di Lahat (Sumatera Selatan), Bogor, Sukabumi, Karawang, Tasikmalaya, Pacitan serta lereng selatan gunung Ijen (Jawa Timur). Pada waktu yang hampir bersamaan dengan penyebaran kapak persegi, di Indonesia Timur juga tersebar sejenis kapak yang penampang melintangnya berbentuk lonjong sehingga disebut kapak lonjong.

Sebagian besar kapak lonjong dibuat dari batu kali, dan warnanya kehitam-hitaman. Bentuk keseluruhan dari kapak tersebut adalah bulat telur dengan ujungnya yang lancip menjadi tempat tangkainya, sedangkan ujung lainnya diasah hingga tajam. Untuk itu bentuk keseluruhan permukaan kapak lonjong sudah diasah halus.

Kapak Lonjong

Kapak Lonjong

Ukuran yang dimiliki kapak lonjong yang besar lazim disebut dengan Walzenbeil dan yang kecil disebut dengan Kleinbeil, sedangkan fungsi kapak lonjong sama dengan kapak persegi. Daerah penyebaran kapak lonjong adalah Minahasa, Gerong, Seram, Leti, Tanimbar dan Irian. Dari Irian kapak lonjong tersebar meluas sampai di Kepulauan Melanesia, sehingga para arkeolog menyebutkan istilah lain dari kapak lonjong dengan sebutan

English: Sangiran VIII, Sangiran Museum, Srage...Pithecanthropus Erectus

.

Pada jaman Neolithikum selain berkembang kapak persegi dan kapak lonjong juga terdapat barang-barang yang lain seperti perhiasan, gerabah dan pakaian. Perhiasan yang banyak ditemukan umumnya terbuat dari batu, baik batu biasa maupun batu berwarna/batu permata atau juga terbuat dari kulit kerang.

Selain perhiasan, gerabah juga baru dikenal pada zaman Neolithikum, dan teknik pembuatannya masih sangat sederhana, karena hanya menggunakan tangan tanpa bantuan roda pemutar seperti sekarang. Sedangkan pakaian yang dikenal oleh masyarakat pada zaman Neolithikum dapat diketahui melalui suatu kesimpulan penemuan alat pemukul kayu di daerah Kalimantan dan Sulawesi Selatan. Hal ini berarti pakaian yang dikenal pada zaman Neolithikum berasal dari kulit kayu. Dan kesimpulan tersebut diperkuat dengan adanya pakaian suku dayak dan suku Toraja, yang terbuat dari kulit kayu.

d. Kebudayaan Megalithikum


Menurut Von Heine Geldern, kebudayaan Megalithikum menyebar ke Indonesia melalui 2 gelombang yaitu :

  • Megalith Tua menyebar ke Indonesia pada zaman Neolithikum (2500-1500 SM) dibawa oleh pendukung Kebudayaan Kapak Persegi (Proto Melayu). Contoh bangunan Megalithikum adalah menhir, punden berundak-undak, Arca-arca Statis.
  • Megalith Muda menyebar ke Indonesia pada zaman perunggu (1000-100 SM) dibawa oleh pendukung Kebudayaan Dongson (Deutro Melayu). Contoh bangunan megalithnya adalah peti kubur batu, dolmen, waruga Sarkofagus dan arca-arca dinamis

Apa yang dinyatakan dalam uraian di atas, dibuktikan dengan adanya penemuan bangunan batu besar seperti kuburan batu pada zaman prasejarah, banyak ditemukan manik-manik, alat-alat perunggu dan besi. Hasil kebudayaan megalithikum biasanya tidak dikerjakan secara halus, tetapi hanya diratakan secara kasar dan terutama hanya untuk mendapatkan bentuk yang diperlukan.
Peninggalan kebudayaan megalithikum ternyata masih dapat Anda lihat sampai sekarang, karena pada beberapa suku-suku bangsa di Indonesia masih memanfaatkan kebudayaan megalithikum tersebut. Contohnya seperti suku Nias.

Contoh hasil kebudayaan zaman Megalithikum

1. Menhir

Menhir adalah bangunan yang berupa tugu batu yang didirikan untuk upacara menghormati roh nenek moyang, sehingga bentuk menhir ada yang berdiri tunggal dan ada yang berkelompok serta ada pula yang dibuat bersama bangunan lain yaitu seperti punden berundak-undak. Lokasi tempat ditemukannya menhir di Indonesia adalah Pasemah (Sumatera Selatan), Sulawesi Tengah dan Kalimantan.

Menhir

Menhir

Bangunan menhir yang dibuat oleh masyarakat prasejarah tidak berpedoman kepada satu bentuk saja karena bangunan menhir ditujukan untuk penghormatan terhadap roh nenek moyang. Selain menhir terdapat bangunan yang lain bentuknya, tetapi fungsinya sama yaitu sebagai punden berundak-undak.

Menhir

Menhir

2. Punden Berundak-undak

Punden berundak-undak adalah bangunan dari batu yang bertingkat-tingkat dan fungsinya sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang yang telah meninggal. Bangunan tersebut dianggap sebagai bangunan yang suci, dan lokasi tempat penemuannya adalah Lebak Sibedug/Banten Selatan dan Lereng Bukit Hyang di Jawa Timur.

Punden Berundak

Punden Berundak

Persamaan antara Borobudur dengan Punden Berundak-undak adalah sama-sama sebagai bangunan suci karena berfungsi untuk tempat pemujaan. Adapun perbedaannya candi Borobudur merupakan bangunan suci umat Budha, dan bentuk bangunannya sempurna dan indah karena penuh dengan relief dan ragam hias. Sedangkan Punden Berundak-undak hanyalah bangunan biasa yang terbuat dari batu yang disusun bertingkat-tingkat tanpa relief ataupun ragam hias dan sebagai tempat memuja arwah nenek moyang yang sudah meninggal.

3. Dolmen

Dolmen merupakan meja dari batu yang berfungsi sebagai tempat meletakkan saji-sajian untuk pemujaan. Adakalanya di bawah dolmen dipakai untuk meletakkan mayat, agar mayat tersebut tidak dapat dimakan oleh binatang buas maka kaki mejanya diperbanyak sampai mayat tertutup rapat oleh batu.

Dolmen

Dolmen

Dengan demikian dolmen yang berfungsi sebagai tempat menyimpan mayat disebut dengan kuburan batu. Lokasi penemuan dolmen antara lain Cupari Kuningan/Jawa Barat, Bondowoso/Jawa Timur, Merawan, Jember/Jatim, Pasemah/Sumatera, dan Nusa Tenggara Timur.

Bagi masyarakat Jawa Timur, dolmen yang di bawahnya digunakan sebagai kuburan/tempat menyimpan mayat lebih dikenal dengan sebutan Pandhusa atau makam Cina.

4. Sarkofagus
Sarkofagus adalah keranda batu atau peti mayat yang terbuat dari batu. Bentuknya menyerupai lesung dari batu utuh yang diberi tutup. Dari Sarkofagus yang ditemukan umumnya di dalamnya terdapat mayat dan bekal kubur berupa periuk, kapak persegi, perhiasan dan benda-benda dari perunggu serta besi.

Sarkofagus

Sarkofagus

Sarkofagus

Sarkofagus

Daerah tempat ditemukannya sarkofagus adalah Bali. Menurut masyarakat Bali Sarkofagus memiliki kekuatan magis/gaib. Berdasarkan pendapat para ahli bahwa sarkofagus dikenal masyarakat Bali sejak zaman logam.

4. Peti kubur
Peti kubur adalah peti mayat yang terbuat dari batu-batu besar. Kubur batu dibuat dari lempengan/papan batu yang disusun persegi empat berbentuk peti mayat yang dilengkapi dengan alas dan bidang atasnya juga berasal dari papan batu.

Kubur Batu

Kubur Batu

Daerah penemuan peti kubur adalah Cepari Kuningan, Cirebon (Jawa Barat), Wonosari (Yogyakarta) dan Cepu (Jawa Timur). Di dalam kubur batu tersebut juga ditemukan rangka manusia yang sudah rusak, alat-alat perunggu dan besi serta manik-manik. Dari penjelasan tentang peti kubur, tentu Anda dapat mengetahui persamaan antara peti kubur dengan sarkofagus, dimana keduanya merupakan tempat menyimpan mayat yang disertai bekal kuburnya.

Kubur Batu berisi Kerangka

Kubur Batu berisi Kerangka

5. Arca batu
Arca/patung-patung dari batu yang berbentuk binatang atau manusia. Bentuk binatang yang digambarkan adalah gajah, kerbau, harimau dan moyet. Sedangkan bentuk arca manusia yang ditemukan bersifat dinamis. Maksudnya, wujudnya manusia dengan penampilan yang dinamis seperti arca batu gajah.

Arca Pasemah

Arca Pasemah

Arca batu gajah adalah patung besar dengan gambaran seseorang yang sedang menunggang binatang yang diburu. Arca tersebut ditemukan di daerah Pasemah (Sumatera Selatan). Daerah-daerah lain sebagai tempat penemuan arca batu antara lain Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

 

DIINASTI CH’IN

Standar

Ch’in mulanya adalah daerah vassal dari dinasti cina sebelumnya, dinasti chou. Ch’in mampu menaklukkan 6 daerah vassal yang lain dan berhasil mendirikan dinasti baru, ch’in. setelah menjadi penguasa, cheng menggunakan gelar Shih Huang Ti (Ch;in Shih Huang Ti). Ia menganggap dirinya lebih kkuat dari tiga raja dan lima kaisar (San Huang Ti=tiga huang da lima ti). Dinasti ini penting dalam sejarah cina. Karena dinasti ini berhasil mencetuskan sistrm pemerintahan kekaisaran yang dapat berlangsung sampai abad XX. Dari pemerintahan Shih Huang Ti inilah seluruh cina dapat dipersatukan.

“Raja Negara chin adalah seorang yang berhidung besar, bermata besar dan mempunyai dada seperti dada seekor burung elang, suaranya seperti anjing hutan,ia sedikit sekali menaruh rasa kasiahan dan ia berani seperti seekor harimau atau serigala.”

Ini menunjukkan betapa kaisar ini menunjukkan kekuatan dan kerja kerasnya. Ia memerintah mulai umur 13 tahun. Adapun factor-faktor yang membuat ia bisa mempersatukan cina adalah : Read the rest of this entry

DINASTI CHOU (CINA KUNO)

Standar

  1. Dinasti Chou

Dinsti ini mempunyaimasa pemerintahan yang cukup lama sampai dibagi menjadi dua bagian, yaitu chou barat dan chou timur.

i)        Chou barat

(1)   Asal usul orang chou

Mereka mula-mula tinggal di lembah sungai wei saat diperintah oleh pangeran K;an Fu. Kemudian mereka bermigrasi ke lembah sungai chou yuan. Disini mereka bercampur dengan orang-orang “yin”. Mereka mengalami perkembangan yang baik saat dipimpin oleh weng hang, saking kuatnya merka sering disebut dengan penguasa daerah barat. Dialah yang berusaha memperluas kekuasaan orang-orang chou. Orang-oarng chou baru berhasil merebut kekuasaan dinasti shang pada 1222/1223 SM ketika chou dibawah pimpinan Wu Wang (anak dari Wen Wang), dan selanjjutnya mendirikan Dinasti Chou.

(2)   Masa pemerintahan Wu wang

Masa pemerintahn Wu Wang adalah pergantian ibukota ke daerah chang An. Ia memerintah dengan adil dan bijaksana. Untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran kerajaan, Wu Wang membuat kebijakan dalam bidang pemerintahan, yaitu antara lain: Read the rest of this entry

Kerajaan Sulawesi Selatan (Goa—bone—luwu—wajo—soppeng—tallo)

Standar


Asal mula masyarakat Sulawesi Selatan menurut I La Galigo (dari dunia mitologis) adalah Dewa Pototu (atas persetujuan dewa-dewa) mengutus putranya, Batara Guru ke bumi dimana ia berjumpa dengan we Niyilimo, putrid dewa daerah bawah bumi, dan .keturunannyalah yang berkuasa di Luwu.
Tradisi Bugis-makassar menuturkan mitos asal mula kerajaannya kembali kepada seorang dewi yang turun ke bumi, To manurung, yang bersedia ditahtakan oleh rakyat. Dia didampingi oleh suatu dewan penasehat yang terdiri atas pemimpin-pemimpin rakyat. Kecuali kerajaan luwu dan Goa, peta politik jazirah Sulawesi selatan pada abd ke XVI menunjukkan pula kerajaan Wajo, soppeng, tallo dan Bone., kesemuanya terdiri atas rumpun-rumpun komunitas sebagai unit politik yang sudah terintegritas dari dulu. Proses integrasi internal tersebut berkelanjutan dengan proses integrasi eksternal yaitu adanya ekspansi oleh kerajaan-kerajaan tersebut.
Gerakan ekspansi luwu menikuti pantai timur jazirah sampai ke Sungai Cenrana. Pada akhir abad XV-XVI datu luwu, Raja dewa, menjalankan politik persekutuan dengan Wajo. Untuk memperkuat kedudukan Wajo beberapa daerah diserahkan, antara lain larompong, malusse dan selo. Di dalam tradisi persekutuan itu disebut sebagai hubungan antara saudara tua dan saudara muda dan dengan demikian dinyatakan bahwa status Luwu lebih tinggi dari wajo.
Sementara itu pengaruh Wajo semakin besar terutama karena perdagangan maju serta hubungannya denngan dunia luar semakin luas. Sidenreng sebagai tempat strategis menjadi sasaran serangan Luwu, dua kali dapat dielakkan akan tetapi, Sidenreng terpaksa menyerah dalam serangan ketiga waktu Luwu menyerang dari lautdan Wajo membantu dari daratan.
Satu tahun kemudian Lluwu menyerang Bone disebabkan oleh percekcokan antara Raja Dewa dan Arumpone, RajaDewa terpaksa melarikan diri, panji Luwu direbut oleh pasukan Bone dan akhirnya Rajadewa terpaksa menandatangani suatu perjanjian yang disebut Polo Malelae di Unnyi. Dengan begitu Luwu diganti kedudukannya oleh Bone di bagian timur jazirah.
Kerajaan Bone tergabung dari tujuh gabungan politik inti, yaitu Ujung, Tibojong, Ta, Tanete Riattang, Tanete Riawang, Ponceng dan Macege. Setiap init dipimpin oleh seorang Matoa atau Daeng Kalula, mereka menjadi dewan yang disebut Daeng kalula, mereka menjadi Dewan yang disebut Matoa Pitu kemudian juga disebut Aruppitu. Waktu daerah kerajaan menjadi lebih luas, daerah inti disebut kawerrang atau Watampone. Di bawah pemerintahan La Tenrisukki dan putranya La Wulio Botee, terjadi lagi serangan luwu berkali-kali tetapi dapat dielakkan. Dalam perebutan hegemoni Bone dibantu oleh Goa, sedang Luwu bersekutu dengan Wajo.
Seperti halnya dengan Bone, Goa semula terdiri atas Sembilan unit politik, salapang namanya. Ialah : Tombolo, Lakiung, Parang-parang, data, Agang jene, Saumata, Bissei, Sero, dan Kalii. Mitos tentang sejarah awal kerajaan Goa juga menyebut kedatangan Tomanurung pada saat banyak kekacauan terjadi. Ketertiban dapat dipulihkannya, bersama suaminya, karaeng Bayo memerintah Goa. Di bawah pemerintahannya Tumapa risi Kallona diperkuat kesatuan unit-unit antara Goa dan Tallo.
Dalam menjalankan ekspansi, Goa dapat menaklukkan Siang, kemudian di bawah pemerintahan Tunipalangga (1546-1565) ditundukkan Bone. Selanjutnya tercatat dalam kronik Goa bahwa dia berturut-turut melakukan operasi militer dan menaklukkan daerah-daera, ialah kerajaan-kerajaan kecil yang berbatasan dengan Bone, kerajaan-kerajaan di pegunungan belakang Maros dan yang ada di sebelah selatan. Yang penting di antaranya ialah Suppa, Wajjo, Sawiito.
Proses integrasi di kerajaan-kerajaan sulsel selama bagian kedua abad XVI aliansinya berubah-ubah. Dalam konselasi poitik tersebut, peranan penting dipegang oleh Bone dan Goa yang saling berebut supremasi, maka proses tersebut dari semula menunuukkan polarisasi. Faktor geografis yakni adanya gunung di antara keduanya membuat pengahambat ekspansi. Waktu tiga daerah perbatasan yang menjadi persengketaan antara kdua kerajaan tersebut, yaitu Bulo-bulo, lamati, dan Raja, menggabungkan diri dalam Bone. Dalam perang yang berikut daerah-daerah tersebut terpaksa dikembalikan  kepada Goa. Tahun 1536, Goa melakukan ofensif lagi dengan bantuan dari Luwu, wajo, dan sidenreng. Dalam pertempuran cellu, tunipalangga mendapat luka-luka dan terpaksa mengundurkan diri. Dua tahun kemudian ia melancarkan serangan lagi, tetapi segera menarik psukannya. Sepeninggalnya (tahun 1565), perang dilanjutkan oleh Tunibatta yang terbunuh dalam pertempuran di campa.
Bone memaksa Goa untuk memperbarui perjanjian Celoppa pada tahun 1565 itu juga, yang menetapkan perbatasan antara kedua Negara itu serta beberapa daerah masuk wilayah Bone, antara lain Cenrana.
Meskipun Tunijalonsejak memegang pemerintahan di Goa (1565) tidak meneruskan perjuangan perang melawan Bone, namun Bone semakin khawatir menghadapi pertumbuhan kerajaan Goa politik Tunijallo diarahkan hubungan perdagangan dan politik dengan petani, Johor, banjar, blambangan, dan Maluku. Terutama hubungannya dengan ternate sangat mengancam kekuasaan Bone.
Untuk menghadapi ekspansi Goa, maka Goa, maka Bone memperkokoh persatuannya dengan wajo dansoppeng. Dan membentuk persekutuan tiga, disebut Tellumpocco(tiga kekuasaan), yaitu Bone sebagai saudara tua, wajo saudara tengah dan soppeng saudara muda (1582).
Sampai pembaruan perjajian Caleppa, wajo dan soppeng masuk lingkungan pengaruh Bone, menjadi vasalnya(budak), untuk memperkokoh aliansi ketiga kerajaan, maka Bone segera member status yang sama kepada wajo dan soppeng. Maka dari itu ketika tahun 1583 wajo diserang Goa, dengan mudah dielakkan serangan itu, karena mendapat bantuan dari Bone dan soppeng. Serangan itu terulang lagi pada tahun 1585 dan 1588 akan tetapi tidak berhasil lagi. Bahwasannya Tellumpocco cukup kuat terbukti lagikarena srangan Goa tahun 1590 terhadap Bone gagal lagi. Tunijallo menemui ajalnya dalam perang itu, terbunuh oleh seorang pengikutnya sendiri.
Sepeninggal tunijallo dan Arumpone La tentirawe (1584) kerajaan Goa-bone mengalami ketidakstabilan di dalam negeri, antara lain kelaliman Arumpone La ica dan agresinya. Pada tahun 1593 Daeng Manrabia naik tahta di Goa dan didampingi oleh Karaeng Matoya dari Tallo, seorang penguasa muda yang telah berpengalaman sebagai panglima perang, penguasa dan administrator. Pada tahun 1605 ia mengikuti jejak Manrabbia (Sultan alauddin) masuk islam dan dua tahun kemudian rakyat Makassar dari Goa dan Tallo menyusul 1607. Dengan peristiwa-peristiwa-peristiwa itu sejarah Sulawesi selatan memasuki babak baru.
Pada awalnya proses islamisasi meningkatkan polarisasi politik di sulsel. Lebih-lebih waktu Bone, wajo, da soppeng, menolak ajakan Goa. Hanya luwu yang bekerjasama dengan Goa. Tidak lain karena telah masuk islam pula. Dalam perang-perang yang berkobar dalam dasawarsa pertama itu ternyata Tellumpocco cukup gigih mengelakkan serangan Goa. 1608 doppeng diserang, tetapi pasukan Goa dikalahkan di Pakenya. Tiga bulan kemudian wajo diserang, tetapi tidak dapat ditundukkan. Sementara itu tiga vasalnya meninggalkan kerajaan. Meskipun mengalami kekalahan terus, Goa sebagai perintis agama islam pantang mundur. Walaupun tellumpocco semula tetap bertahan, akhirnya satu per satutakluk, sidenreng dan soppeng pada tahun 1609, wajo pada tahun 1610, dan bone pada tahun 1611.

runtuhnya kerajaan romawi

Standar

Muhammad Aulia Iskandar Muda (Pengamat Sejarah)


Peristiwa pecahnya kerajaan Romawi berawal dari pembagian wilayah menjadi Romawi Barat dan Romawi Timur tetapi masih merupakan kerajaan Romawi. Karena Romawi sudah tidak sanggup lagi mengatur wilayahnya yang terlalu luas.

Tetapi kejadian ini merupakan malapetaka dari kerajaan Romawi itu sendiri. Romawi Barat menjadi lemah dan ditaklukkan kekaisaran Prusia(Jerman). Romawi Timur masih berdiri kokoh sampai abad ke-15. Romawi Barat berpusat di Roma dan Romawi Timur berpusat di Byzantium(Kostantinopel) yang sekarang bernama Istanbul(di wilayah negara Turki sekarang).

Pendiri Kekaisaran Romawi ialah Costantyn yang Agung. Kaisar ini sudah dari awal membenci Islam. Juga diteruskan cucunya Kaisar Heraclius. Setelah pasukan Islam kuat mereka berupaya menaklukkan Kostantinopel tetapi selalu gagal.

Akhirnya tahun 1453 Muhammad al-Fatah menaklukkan kota benteng terkuat dan terakhir Romawi itu. Akhirnya kerajaan Romawi pun tamat.

Ceritanya begini Muhammad al-Fatah sudah mengepung bertahun-tahun kota itu, namun belum menyerah juga bahkan Kaisar Romawi menantang dan juga meremehkan kekuatan tentara Turki Seljuk(Islam). Lalu dengan menggunakan menara yang memakai roda pasukan Islam menyerang benteng. Akibatnya tembok-tembok benteng pun banyak yang rusak. Akhirnya Kapal Islam didatangkan bukan dari laut melainkan dari darat. Tentu saja pasukan Romawi kaget bukan kepalang. Dan datang pula pasukan Islam dari arah laut. Akibatnya pasukan Islam berhasil memanjat tembok. Tetapi banyak yang dilemparkan pasukan dari dalam tembok yang membuat semangat mereka jadi turun. Akhirnya Muhammad al-Fatah datang dan memberi semangat dengan menceritakan perjuangan Rasullulah merebut kembali kota Mekkah. Akhirnya pasukan Islam kembali semangat dan kembali memanjat tembok. Dan akhirnya pasukan Romawi pun menyerah juga.

Selain kekalahan dari Islam, pengaruh bangsa Anglo-Saxon(Suku kuno Inggris) dan bangsa Prusia serta bangsa Viking(bangsa bajak laut di sekitar laut Norwegia) yang telah bangkit juga turut mempercepat runtuhnya kerajaan Romawi.

Arti Istilah Timur Tengah

Standar

Kita sering mendengar istilah timur tengah. Timur tengah adalah istilah yang kita gunakan untuk menyebut daerah-daerah arab. Namun, kita juga sering menyebut iran, turki, dan Israel. Padahal, Negara-negara tersebut bukanlah termasuk dunia arab. Beberapa ahli telah mendefinisikan istilah timur tengah.
Dalam bukunya the middle east in World Affairs yang dialihbahasakan oleh Asgar Bixby timur tengah Di tengah kancah dunia menyatakan bahwa belum ada kesepakatan tentang definisi timur tengah dan bahkan istilah tersebut belum diterima secara universal.
Menurut Kirdi Dipoyudo, istilah timur tengah merupakan terjemahan dari Middle East, yaitu istilah yang sejak perang dunia II digunakan oleh orang inggris dan amerika serikat untuk menyebutkan kawasan yang sebagian besar terletak di Asia barat daya dan afrika timur laut sehingga dapat dibatasi sebagai jembatan antara Eropa, Asia, dan Afrika. Dalam perang Dunia II, istilah timur tengahmenjadi lazim dan menggantikan istilah-istilah yang lebih tua seperti near east dan levant.
Beberapa pakar telah mengkritik istilah timur tengah karena ke-Erosentrismenya. Wilayah timur tengah terletak di Timur erpa barat. Bagi India, timur tengah terletak di barat, sedangkan bagi Rusia terletak di selatan. Penggunaan kata “tengah” juga telah menyebabkan kebingungan bagi sebagian orang. Sebelum perang dunia I, “Timur Dekat” digunakan inggris untuk menunjuk daerah Balkan dan kerajaan Ottoman, sedangkan “Timur Tengah” menunjuk Persia, Afganistan, Asia tengah, Turki dan Kaukasus. Sedangkan “Timur Jauh” menunjuk ke Negara-negara Asia Timur, seperti Tiongkok, Jepang, Hongkong, dan lain-lain.
Erosentrisme juga berhubungan dengan fakta bahwa “Timur” dan “Barat” didefinisikan dalam hubungannya dengan garis lintang relative terhadap Meridian Greenwich. Hal ini karena standar kartografi Britania yang diterima luas pada 1884 dalam Konferensi Meridian InterNasional. Timur tengah merupakan wilayah strateis, pertemuan antara Eropa,Asia dan Afrika sehingga menguasai jalur-jalur strategis yang menuju ketiga benua tersebut.
Dengan hilangnya kerajaan Ottoman pada 1918, istilah “Timur dekat” hamper hilang dalam penggunaan istilah umum. Sedangkan “timur tengah merujuk ke Negara-negara islam.  Media dan beberapa organisasi Internasional seperti PBB secara umum menganggap wilayah Timur Tengah adalah wilayah Asia Barat Daya, termasuk siprus dan Iran serta ditambah Mesir